Rabu, 14 Oktober 2015

Kisah Perjuangan Orang Tionghoa Bersama Sing Ming Hui

Agen Domino | Agen Poker | Agen capsa | Poker Online | Domino Online - Letak bangunan itu terselip diantara bangunan megah di Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat. Gaya bangunannya mirip dengan Klenteng dan rumah di Daratan Cina. Bangunan antik itu beratap segi empat dengan ujungnya yang mengerucut. Itulah gambaran bekas kantor Sing Ming Hui. Sebuah perkumpulan sosial orang-orang Tionghoa ketika masa penjajahan Jepang.

Ide mendirikan perkumpulan ini muncul, ketika Agen Poker dan orang-orang Tionghoa menderita akibat penjajahan Jepang. Menurut sejarawan Jakarta, Alwi Shahab. Perkumpulan ini muncul atas kesepakatan orang-orang Tionghoa berpengaruh saat itu. Dialah Thio Tong Hay, Khoe Woen Sioe, Lie Tek Ho, Lay Ie Thong dan Chang Ming AnThio Tong Hay, Khoe Woen Sioe, Lie Tek Ho, Lay Ie Thong dan Chang Ming An.

Kisah Perjuangan Orang Tionghoa Bersama Sing Ming Hui
Kisah Perjuangan Orang Tionghoa Bersama Sing Ming Hui
Pertemuan mereka dilakukan di kantor Harian Sin Po di Jalan Asemka. Harian Sin Po merupakan surat kabar terkemuka milik peranakan Cina di Indonesia. Koran ini merupakan surat kabar pertama menyiarkan lagu Indonesia Raya gubahan Wage Rudolf Supratman. "Dulu gedung itu adalah kantor Sing Ming Hui. Sebuah perkumpulan orang-orang Tionghoa yang basisnya adalah sosial,"ujar Alwi Shahab melalui sambungan seluler semalam bersama Agen Capsa.

Namun sejak era pemerintahan Presiden Soekarno, nama Sing Ming Hui berubah menjadi Perkumpulan Sosial Chandranaya. "Perubahan nama itu bukan tanpa sebab Soekarno yang kala itu sedang menggalakan nasionalisme, meminta nama-nama berbau kolonial di ganti. Maka nama itu di ganti menjadi Chandranaya,"kata Alwi Shahab.

Sejarah nama Sing Ming Hui menurut Agen Domino, begitu Alwi Shahab dikenal mengatakan jika ide pendirian perkumpulan itu tak lepas dari masa penjajahan Hindia Belanda. Sing Ming Hui saat itu menjadi bagian perkumpulan orang-orang keturunan Cina di sepanjang kawasan Kota Tua saat ini. Pada saat terjadi peristiwa pembantaian orang-orang Tionghoa di daerah Tangerang, gedung yang kini berada di tengah Novotel Gajah Mada ini pernah menampung sebagian dari ribuan pengungsi yang lari ke Jakarta.

Ketika peristiwa itu terjadi, hanya perwakilan dari Sing Ming Hui yang berani memberikan pertolongan untuk pergi menuju Tangerang. Bantuan itu dilakukan kepada para korban tragedi rasial itu. "Nama Sing Ming Hui artinya terang hati,"tambah Abah Alwi kepada Poker Online.

Kini gedung Domino Online bekas kantor Sing Ming Hui menjadi salah satu bangunan cagar budaya masuk Kawasan Kota Tua Jakarta. Keberadaannya menjadi pemanis di tengah gedung-gedung megah dan pusat perbelanjaan kawasan Jalan Gajah Mada. Menurut Commercial Area Departement Head, PT Modernland Realty, Vivi Chai, sejak tanah berikut bangunanya dibeli belum ada satu bagian pun di hilangkan. Menurut dia keberadaan bangunan itu menjadi pemanis sekaligus penghibur bagi para tamu yang datang.

Bahkan sejak dibeli oleh PT Modernland, bangunan bekas kantor Sing Ming Hui itu telah di pugarisasi tanpa mengubah nilai sejarah. "Bangunan itu tidak akan di bongkar karena masuk bangunan cagar budaya. Banyak peneliti dan pecinta sejarah juga datang kesini,"ujar Vivi Chai saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu. Agen Domino | Agen Poker | Agen capsa | Poker Online | Domino Online

0 komentar:

Posting Komentar