Senin, 12 Oktober 2015

Simbol dan Arti Dari Sebuah Roti Buaya Dalam Budaya Betawi

Agen Domino | Agen Poker | Agen capsa | Poker Online | Domino Online - "Dulu roti buaya yang dibawa kerumah perempuan itu enggah boleh dimakan karena dianggap keramat. Tapi karena kemudian dianggap mubazir, maka sekarang sudah boleh dimakan, dipotong-potong dan dicococl pakai sirup,"ujar Indra Sutisna, Pemerhati Budaya Betawi sekaligus Pengelolah Perkampungan Budaya betawi Setu Babakan saat berbincang dengan Agen Poker.

Indra menjelaskan jika tradisi palang pintu merupakan satu bagian dari prosesi adat budaya Betawi yang menyimbolkan upaya calon pengantin pria terhadap permintaan calon pengantin wanita. Bentuk itu terdapat pada dalam seserahan dibawa calon pengantin pria untuk calon wanitanya, salah satu bentuknya adalah roti buaya.

Simbol dan Arti Dari Sebuah Roti Buaya Dalam Budaya Betawi
Simbol dan Arti Dari Sebuah Roti Buaya Dalam Budaya Betawi
Berdasarkan cerita Domino Online, keberadaan roti buaya dalam seserahan dibawa calon pengantin pria merupakan bentuk hadiah pernikahan. menurut cerita yang berkembang pada masyarakat Betawi, ada kepercayaan jika seorang jejaka akan meminang seorang wanita sebagai syarat calon mertuanya meminta dibawakan buaya. Namun karena kesulitan maka lelaki itu menggantikan buaya dalam bentuk roti

Ada yang menyebut buaya ini dibuat dari kain perca, ada yang bilang juga dari kapas. Agen Domino menjelaskanjika hakikat roti buaya merupakan simbol perjuangan seorang pria dalam memenuhi permintaan pihak wanita sebelum menikahinya. Ada kepercayaan jika roti buaya tidak boleh dimakan. Namun karena sifat relijius masyarakat Betawi yang kental akan ajaran Islam, hal ini dianggap mubazir. Pada perkembangannya roti buaya kemudian menjadi suguhan dalam barang bawaan sesrahan yang dibawa mempelai pria.

Agen Capsa dan Poker Online menjelaskan jika saat ini penggunaan roti buaya sebagai simbol mengalami pergeseran makna. Dibeberapa wilayah Betawi pinggiran dia menyebutkan seperti wilayah Pasar Minggu, Citayam, Kebayoran Lama, Tangerang dan Bekasi ada tradisi lain bernama Tepak Dandang yaitu bawaan seserahan dari calon mempelai wanita berupa kue-kue yang disusun. Namun sejatinya semua jenis seserahan merupakan simbol dari kesiapan pria untuk menjadi suami sekaligus penjaga bagi calon pengantin wanita. Agen Domino | Agen Poker | Agen capsa | Poker Online | Domino Online


0 komentar:

Posting Komentar