Senin, 14 Desember 2015

Suku Aseki di Papua Nugini, Memiliki Pengawet Mayat yang Seram

Agen Domino | Agen Poker | Agen capsa | Poker Online | Domino Online - Selama ini banyak dari kiat yang mengidentikkan mumi dengan mesir saja. Padahal sistem penguburan mayat dengan cara mengawetkan jasad terdapat dibanyak wilayah. Salah satunya menurut Agen Poker dilakukan juga oleh warga Aseki yang tinggal di Papua Nugini.

Suku Aseki di Papua Nugini, Memiliki Pengawet Mayat yang Seram
Suku Aseki di Papua Nugini, Memiliki Pengawet Mayat yang Seram
Warga asli Aseki atau yang lebih dikenal dengan suku Angga telah melakukan tradisi ini sejak ribuan tahun lalu. Ritual ini cukup mengerikan, yakni dengan mengawetkan jasad dengan cara pengasapan. Domino Online mengatakan Ini adalah cara yang berbeda dengan apa yang dilakukan di Mesir. Orang Mesir kuno membuat mumi dengan cara menutup mayat dengan garam dan campuran rempah-rempah agar jasad mengering.

"Proses pengawetan mayat suku Angga ini dimulai dengan mengiris anggota tubuh mereka seperti lutut, siku, kaki, dan persendian lainnya. Isi perut dan lemak dibersihkan lalu dimasukan kedalam keranjang bambu,"seperti yang di lansir Poker Online.

"Mayat-mayat tersebut kemudian diasap di atas nyala api selama kurang lebih sebulan sampai cairan yang ada di tubuhnya menetes habis. Cairan ini kemudian dikumpulkan oleh warga untuk mentransfer kekuatan almarhum,"tambah Agen Capsa.

Agen Domino menyebutkan bahwa cairan yang keluar dari jasad tersebut digunakan sebagai minyak goreng. Namun kabar ini belum terbukti kebenarannya.

Begitu selesai pengasapan, tubuh-tubuh yang telah mengering tersebut diletakkan di tebing-tebing yang curam. Sekali cara ini sangat sadis dan mengerikan. Padahal sebenarnya tujuan dari pengasapan tersebut adalah untuk menghormati orang yang sudah meninggal. Agen Domino | Agen Poker | Agen capsa | Poker Online | Domino Online



0 komentar:

Poskan Komentar